Pemasangan komponen elektronik yang tepat pada PCB sangat penting untuk mengurangi cacat penyolderan. Saat mengatur komponen elektronik, hindari area dengan nilai defleksi tinggi dan tegangan internal tinggi. Distribusikan komponen secara merata, terutama yang memiliki konduktivitas termal tinggi. Hindari penggunaan PCB berukuran besar untuk mencegah pemuaian dan penyusutan. Buruk Desain tata letak PCB dapat memengaruhi kemampuan produksi dan keandalan PCB. Banyak desainer, yang ingin memaksimalkan pemanfaatan ruang papan sirkuit, menempatkan komponen sedekat mungkin dengan tepinya. Praktik ini dapat menimbulkan tantangan signifikan untuk produksi dan perakitan PCBA, bahkan membuat perakitan penyolderan menjadi mustahil.
Dampak Tata Letak Komponen Edge:
1.Penggilingan Tepi Papan: Komponen yang ditempatkan terlalu dekat dengan tepi papan dapat mengalami penggilingan bantalan selama pembentukan. Umumnya, jarak bantalan ke tepi harus lebih besar dari 0.2 mm. Jika tidak, bantalan pada komponen tepi papan dapat tergiling, sehingga perakitan selanjutnya tidak mungkin dilakukan.
2. Tepi Papan V-CUT: Jika tepi papan berbentuk V-CUT, komponen harus ditempatkan lebih jauh dari tepi, karena bilah V-CUT melewati bagian tengah papan. Biasanya, komponen harus berjarak lebih dari 0.4 mm dari tepi V-CUT; jika tidak, bilah V-CUT dapat merusak bantalan, sehingga penyolderan tidak dapat dilakukan.
3. Gangguan Komponen: Bila komponen diletakkan terlalu dekat ke tepi, komponen tersebut dapat mengganggu pengoperasian peralatan perakitan otomatis, seperti mesin penyolderan gelombang atau mesin penyolderan reflow.
4. Kerusakan Peralatan pada Komponen: Semakin dekat komponen ke tepi, semakin besar potensi gangguan pada peralatan perakitan. Misalnya, kapasitor elektrolit besar harus ditempatkan lebih jauh dari tepi karena tingginya.
5. Kerusakan Komponen Selama Pemisahan Panel: Setelah perakitan produk selesai, panel perlu dipisahkan. Komponen yang ditempatkan terlalu dekat dengan tepi dapat rusak selama pemisahan. Kerusakan ini dapat terjadi secara berkala, sehingga sulit dideteksi dan dipecahkan masalahnya.



